Apa Itu ROM, Ketahui Jenis-Jenis dan Fungsi [+ Bedanya Dengan RAM]

Hanif 05 Apr 2023 5 Menit 0

Ketika ngoprek HP atau Komputer, pasti sudah tidak asing lagi dengan apa itu ROM?

ROM mungkin sudah menjadi bagian dari perangkat elektronik yang kamu gunakan setiap hari. Seperti memori RAM, ROM juga memegang peranan penting pada elektronik.

Tahukah kamu, ROM sering diartikan sebagai kapasitas penyimpanan pada smartphone? Padahal, istilah tersebut sebenarnya kurang tepat. Lalu, yang mana sebenarnya ROM?

Mari kita bahas apa itu ROM, jenis, dan bagaimana fungsinya dalam artikel ini. Cekidot!

Apa Itu ROM?

ROM (Read Only memory) adalah jenis memori pada komputer dan perangkat elektronik lainnya yang hanya bisa dibaca (read only) yang digunakan untuk menyimpan firmware yang mengontrol berbagai aspek operasi perangkat elektronik tersebut.

Tidak hanya di komputer, ROM juga digunakan dalam smartphone, konsol game, dan perangkat elektronik lainnya.

Kepanjangan dari ROM adalah “Read-Only Memory” yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “Memori Baca Saja“.

Sebagai pengguna, kamu tidak dapat mengubah data yang tersimpan di dalam ROM. Namun, kelebihan ini juga menjadi kekurangan jika kamu perlu mengedit data di dalamnya. Oleh karena itu, ROM biasanya digunakan untuk menyimpan data atau program yang penting dan tidak memerlukan perubahan, seperti firmware dan sistem operasi.

Data atau program yang tersimpan di dalam ROM tidak dapat diubah oleh pengguna biasa, sehingga ROM tidak memerlukan daya listrik yang terus-menerus untuk mempertahankan data seperti halnya RAM.

Ini berbeda dengan RAM yang memorinya terhapus ketika daya listrik dihentikan, atau memori penyimpanan sotrage Hard Disk atau SSD yang datanya bisa dihapus dan ditulis ulang dengan mudah.

Jadi, kalau storage itu ibarat tulisan pensil yang bisa dihapus dan ditulis ulang, maka ROM ini ibarat tulisan menggunakan pena bolpoin/ballpoint.

infografis ROM RAM Storage, rom vs ram

Infografis perbedaan ROM, RAM, dan Memori Storage

Infografis ROM vs RAM vs Storage di atas menampilkan perbedaan dari memori yang digunakan pada PC. Smartphone juga sebenarnya tidak jauh berbeda.

Oke, sekarang kamu sudah tahu pengertian ROM dan perannya secara umum. Lalu, bagaimana sih cara kerjanya? Simak jawabannya pada pembahasan berikut.

Cara Kerja dan Fungsi ROM

ROM bekerja dengan cara membaca data atau program yang tersimpan di dalamnya dan memberikannya ke Processor atau CPU (Central Processing Unit) untuk diolah lebih lanjut.

Fungsi ROM adalah untuk menyimpan program atau firmware yang berisi instruksi-instruksi yang digunakan oleh komputer atau perangkat elektronik lainnya untuk mengontrol perangkat tersebut.

Saat kamu menyalakan komputer atau smartphone, CPU akan mengakses ROM untuk membaca program atau firmware yang tersimpan di dalamnya, dan kemudian memberikannya ke dalam CPU untuk diolah lebih lanjut.

Dengan begitu, firmware atau program yang tersimpan dalam ROM bisa memulai proses booting (pengaturan awal sistem).

Setelah itu, BIOS (Basic Input/Output System) yang tersimpan di ROM bisa membuka Sistem Operasi, seperti Windows. Selain BIOS, ROM juga biasanya menyimpan UEFI (Unified Extensible Firmware Interface)

Pada Smartphone, ROM juga bekerja tidak jauh berbeda dengan PC. Namun, biasanya pada sistem operasi Android, ROM yang digunakan adalah Flash Memory.

Tipe memori ini bisa direwrite dengan software atau firmware baru. Firmware pada Android umumnya disebut bootloader, yang bertanggung jawab menjalankan Sistem Operasi Android.

Data atau program yang tersimpan di dalam ROM tidak dapat diubah oleh pengguna biasa, sehingga ROM tidak memerlukan daya listrik yang terus-menerus untuk mempertahankan data seperti halnya RAM.

ROM di dalam komputer biasanya terletak pada chip BIOS yang terpasang pada motherboard. BIOS adalah program yang bertanggung jawab untuk mengatur pengaturan awal sistem komputer dan menjamin bahwa semua komponen hardware berfungsi dengan baik saat sistem dihidupkan.

Biasanya, ROM pada BIOS terdiri dari beberapa jenis chip yang disebut dengan firmware. Firmware ini berisi kode-kode program atau instruksi-instruksi yang diperlukan oleh sistem untuk memulai proses booting.

Komponen ROM

Meski terdengar sederhana karena hanya dibaca saja, tetapi sebenarnya ROM terdiri dari beberapa komponen. Komponen ROM ini bekerja sama untuk menyimpan dan membaca data atau program.

Beberapa komponen tersebut antara lain:

  • Decoder
    Tugasnya mengubah alamat memori ke alamat fisik atau biner di dalam ROM.
  • Address Bus
    Tugasnya menghubungkan decoder ke CPU dan berfungsi untuk membaca alamat memori yang dibutuhkan.
  • Data Bus
    Tugasnya menghubungkan ROM ke CPU dan berfungsi untuk membawa data atau program yang dibaca dari ROM ke CPU.

Struktur dari ROM bervariasi tergantung pada jenisnya. ROM Mask, misalnya, memiliki struktur yang terdiri dari jaringan jalur tembaga yang membentuk pola yang sesuai dengan program yang harus disimpan.

Sementara itu, EPROM memiliki struktur yang terdiri dari sel memori yang dapat dihapus dan diubah oleh pengguna.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai jenis-jenis ROM, simak pembahasan di bawah.

Jenis-Jenis ROM

Jangan dikira ROM hanya digunakan pada HP dan komputer saja. ROM juga digunakan pada konsol game, pemutar musik, kalkulaotr, ECU (electronic Controlling Unit) pada kendaraan, dan masih banyak lagi.

Bahkan, komponen PC sendiri, seperti Soundcard dan GPU juga memiliki “ROM” nya sendiri. Tapi tentu saja jenis-jenis ROM yang digunakan berbeda-beda.

A. ROM Mask

ROM Mask adalah jenis ROM yang dibuat secara khusus untuk keperluan tertentu, seperti untuk pembuatan sistem elektronik tertentu. Jenis ROM ini hanya bisa di-program sekali dengan menggunakan mesin khusus, dan setelah itu, data atau program yang tersimpan di dalamnya benar-benar tidak bisa diubah lagi.

Proses pembuatan ROM Mask memerlukan biaya yang mahal dan memerlukan waktu yang lama untuk proses produksinya.

ROM Mask biasanya digunakan dalam pembuatan perangkat elektronik khusus, seperti alat pengukur, perangkat medis, atau sistem kendali otomatis.

read-only-memory-1

B. PROM (Programmable Read-Only Memory)

PROM adalah jenis ROM yang dapat diprogram oleh pengguna menggunakan alat programmer khusus. Setelah diprogram, data atau program yang tersimpan di dalamnya tidak bisa diubah lagi. PROM lebih fleksibel dan murah dibandingkan dengan ROM Mask, karena proses produksinya lebih sederhana.

PROM biasanya digunakan pada sistem elektronik yang membutuhkan pengaturan awal yang fleksibel dan dapat diprogram ulang. Contohnya pada beberapa printer, sistem alarm kebakaran, atau sistem navigasi mobil.

C. EPROM (Erasable Programmable Read-Only Memory)

EPROM adalah jenis ROM yang dapat dihapus dan diprogram ulang menggunakan alat khusus. EPROM dapat dihapus dengan menggunakan sinar ultraviolet pada chip memori yang terdapat di dalamnya. EPROM memungkinkan pengguna untuk melakukan pengaturan ulang data atau program yang tersimpan di dalamnya tanpa harus membuang chip EPROM yang sudah diprogram sebelumnya.

EPROM biasanya digunakan pada perangkat elektronik yang memerlukan perubahan konfigurasi, seperti pada BIOS komputer atau pada konsol game vintage.

D. EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory)

EEPROM adalah jenis ROM yang dapat dihapus dan diprogram ulang dengan menggunakan listrik. EEPROM tidak memerlukan sinar ultraviolet seperti pada EPROM untuk proses penghapusan data atau program yang tersimpan di dalamnya.

EEPROM lebih fleksibel daripada EPROM, dan bisa dihapus dan diprogram ulang tanpa harus melepas chip memori dari perangkat elektroniknya.

EEPROM biasanya digunakan pada perangkat elektronik yang memerlukan penyimpanan data yang fleksibel dan dapat diubah, seperti pada kartu memori, USB flash drive, atau smartphone.

E. Flash Memory

Flash Memory adalah jenis ROM yang dapat dihapus dan diprogram ulang dengan menggunakan listrik, seperti EEPROM. Namun, Flash Memory lebih cepat dalam proses penghapusan data atau program yang tersimpan di dalamnya.

Flash Memory biasanya digunakan pada perangkat elektronik yang memerlukan penyimpanan data yang cepat dan kapasitas yang besar, seperti pada smartphone, kamera digital, tablet, atau netbook.

Jadi, demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis ROM, mulai dari yang paling khusus dan mahal seperti ROM Mask hingga jenis yang paling fleksibel dan umum digunakan seperti Flash Memory.

Sekarang kamu sudah tahu kan, kalau satu perangkat elektronik bisa saja memiliki banyak ROM.

Komputer biasanya menggunakan firmware BIOS atau UEFI yang disimpan pada memori seperti flash memory atau EEPROM.

FAQ Terkait ROM

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan terkait ROM.

Apa fungsi dari ROM dan RAM?

ROM (Read-Only Memory) dan RAM (Random Access Memory) adalah jenis memori komputer yang memiliki fungsi yang berbeda. ROM digunakan untuk menyimpan program atau firmware yang tidak dapat diubah oleh pengguna dan tidak memerlukan daya listrik untuk mempertahankan datanya.

Sedangkan RAM digunakan untuk menyimpan data dan program yang dapat diubah oleh pengguna selama komputer atau perangkat elektronik sedang digunakan. RAM juga memerlukan daya listrik untuk mempertahankan data atau program yang tersimpan di dalamnya.

Apa fungsi nya ROM?

Fungsi utama dari ROM (Read-Only Memory) adalah untuk menyimpan program atau firmware yang diperlukan untuk mengoperasikan komputer atau perangkat elektronik lainnya.

Firmware yang tersimpan dalam ROM pada umumnya tidak dapat diubah oleh pengguna, sehingga memastikan kestabilan dan keamanan sistem yang dioperasikan.

ROM juga tidak memerlukan daya listrik yang terus-menerus untuk mempertahankan datanya, sehingga memudahkan dalam penggunaannya.

Apa itu ROM dan contohnya?

ROM (Read-Only Memory) adalah jenis memori komputer yang digunakan untuk menyimpan program atau firmware yang tidak dapat diubah oleh pengguna.

Contoh dari ROM adalah BIOS (Basic Input/Output System) pada komputer atau laptop, firmware pada router atau modem, serta program pengontrol pada perangkat elektronik lainnya seperti printer, kalkulator, dan perangkat game.

ROM juga dapat ditemukan pada beberapa jenis kartu memori seperti CompactFlash dan SD Card, yang digunakan untuk menyimpan firmware pada kamera digital dan perangkat mobile lainnya.

Akhir Kata

Dalam dunia komputasi dan elektronik, ROM memainkan peran penting dalam menyimpan program atau firmware yang diperlukan untuk mengoperasikan perangkat tersebut.

Dari ROM Mask hingga Flash Memory, setiap jenis ROM memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang perlu dipahami dengan baik oleh pengguna.

Dengan mengetahui jenis-jenis ROM dan cara kerjanya, diharapkan kita dapat memahami bagaimana teknologi yang digunakan pada perangkat yang kita gunakan, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan pengalaman penggunaannya.

Sampai di sini dulu artikel dari kami. Semoga sobat Pintarjualan bisa lebih memahami mengenai pengertian ROM, perebdaannya dengan RAM dan Storage.

Ikuti terus artikel Pintartekno selanjutnya.

 


Baca juga artikel menarik seputar teknologi di Pintar Tekno yang terkait dengan Hardware, Memory, atau artikel lainnya dari Mufid Hanif. Untuk informasi lebih lanjut atau kebutuhan lainnya, kamu bisa menghubungi kami melalui admin@pintartekno.id.


Sumber:

  • Difference Between RAM and ROM – https://blinkingswitch.com/2019/08/30/the-difference-between-ram-and-rom/
  • Introduction to Read Only Memory (ROM) and Its Types [MiniTool Wiki] – https://www.minitool.com/lib/read-only-memory.html
Bagikan ke:
Diarsipkan di bawah:
Hanif
Ditulis oleh

Hanif

hi, I'm a SEO content writer with interest on business, entrepreneur, digital marketing, and many more

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *